Pages

Stadion Rejoagung/GOR Mandala Krida

27 February 2014


Bicara mengenai kabupaten Tulungagung tentu tak akan lengkap jika tidak membahas yang namanya gelanggang olahraga MANDALA KRIDA yang terletak di desa rejoagung kecamatan Kedungwaru - Tulungagung.
Banyak hal yang menarik yang dapat kita temukan di lapangan rejoagung ini.
Selain berfungsi sebagai sarana olahraga dan olah tubuh serta berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan jasmani dan kesehatan,kawasan Mandala Krida ini juga memberikan tempat dengan pemandangan yang asri dan nyaman.
Read more ...

Bendungan Wonorejo

26 February 2014



Bendungan Wonorejo adalah bendungan yang terletak di Desa Wonorejo,Kecamatn Pagerwojo,Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Letak dari pusat kota diperkirakan sejauh 12 kilometer. Dengan kapasitas sekitar 122 juta meter kubik, Bendungan Wonorejo menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Bendungan Wonorejo diresmikan pada tahun 2001 oleh Wakil Presiden Indonesia pada tahun tersebut, yaitu Megawati Sukarno Putri, setelah dibangun selama hampir 9 tahun sejak 1992. Bendungan Wonorejo memiliki fungsi penting sebagai salah satu pusat tenaga listrik dan sumber air minum di Provinsi Jawa Timur. Bendungan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk pencegah banjir di Tulungagung yang dulu sering melanda kota tersebut, bersama Bendungan Neyama di Kecamatn Besuki
Kini, Bendungan Wonorejo juga berfungsi sebagai salah satu objek wisata andalan Tulungagung selain Pantai Popoh. Beberapa sarana akomodasi telah
dibangun di sekitar Bendungan Wonorejo, salah satu yang besar adalah Swa-Loh Resort.



Read more ...

BABAD TULUNGAGUNG

26 February 2014



Sebagai pembuka yang akan saya kisahkan adalah cerita tentang asal usul kota Tulungagung. Ternyata ada banyak menarik yang layak untuk disimak dan menjadi tambahan pengetahuan baru.
Wilayah Tulungagung ternyata sudah dihuni sejak zaman pra sejarah dulu. Yang dianggap sebagai penghuni awal adalah homo wajakensis. Manusia pra sejarah yang fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di daerah Tulungagung Selatan. Lokasi penemuannya konon terletak di dusun Nglepung desa Wajak Kecamatan Campurdarat.
Nama Tulungagung sebenarnya berasal dari dua kata 'Toeloeng dan Agoeng. Arti dari dua kata itu Toeloeng berarti mata air dan Agoeng berarti besar. Sebelumnya nama kota ini adalah Kabupaten Ngrawa. Penyebutan kata Ngrawa sendiri konon dari banyaknya daerah berawa yang ada atau dalam bahasa jawanya “Ngrowo”. Tulungagung awalnya hanya merupakan bagian dari distrik dari kabupaten Ngrawa. Waktu itu ibu kotanya masih berada di daerah Kalangbret.
Read more ...

Sejarah Tombak Kyai Upas

26 February 2014





Tombak Kyai Upas adalah pusaka Kabupaten Tulungagung. Sebagaimana ditulis dalam buku Sejarah Babad Tulungagung, menurut latar belakang budayanya atau cerita rakyat dari versi keluarga Raden Mas Pringgo Kusumo Bupati Tulungagung yang ke X. Konon, pada akhir pemerintahan Mojopahit banyak keluarga Raja yang membuang gelarnya sebagai bangsawan, dan melarikan diri ke Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Salah seorang kerabat Raja bernama Wonoboyo melarikan diri ke Jawa Tengah dan babat hutan disekitar wilayah Mataram dekat Rawa Pening-Ambarawa. Setelah membabat hutan Wonoboyo bergelar Ki Wonoboya. Selanjutnya hutan yang dibabad itu dikemudian hari menjadi suatu pedukuhan yang sangat ramai. Dan sesuai dengan nama putranya, oleh Ki Wonoboyo dukuh itu dinamakan Dukuh Mangir.
Read more ...

Sejarah Kali / Sungai Lembu Peteng

26 February 2014

Kali Lembu Peteng adalah nama sebuah sungai besar di daerah Tulungagung. Sungai ini juga sering disebut dengan Sungai Ngrowo. Sungai tersebut sangat dikenal oleh masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Sungai ini ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Sampai sekarang masih tampak mengalir deras menuju laut selatan. 

Nama Lembu Peteng diambil dari nama putra Kerajaan Majapahit yang terbunuh dan dikalahkan oleh adipati kalang oleh bantuan tombak milik khasan basari dan jenazahnya dibuang ke sungai. 


Bagaimana kisah terjadinya nama sungai Lembu Peteng tersebut? 


Sungai Lembu Peteng berada di arah barat kota Tulungagung. Sungai tersebut mengalir ke arah selatan menuju Samudera Indonesia. Salah satu sejarah tentang babad Tulungagung. Menurut cerita tokoh paranormal kondang asal Tulungagung, Gus Ary Syarif Prayitno, "Pada zaman Kerajaan Majapahit hubungan daerah pedesaan dan pusat Kerajaan Majapahit sangat sulit sehingga keadaan selatan sungai Brantas tidak bisa dikuasai. Akibatnya sering terjadi pertikaian antar penduduk bahkan sampai timbulnya pemberontakan."

Dengan berdirinya beberapa perguruan kanuragan, sangat membantu mengendalikan pertikaian di beberapa tempat, dan sebagai mata telinga dari pada kerajaan. Salah satu perguruan kanuragan yang berdiri di sekitar Campurdarat adalah Perguruan Donorowo yang didirikan oleh Kyai Patjet. Diantara murid-muridnya yaitu Pangeran Lembu Peteng. Pangeran Kalang, Pangeran Bedalem dan Kyai Kasan Besari.


Pada suatu hari Kyai Patjet mengadakan pertemuan dengan para muridnya. Selain memberikan wejangan ilmu, Kyai Patjet menceritakan bahwa salah satu muridnya akan ada yang mendirikan perguruan, tetapi sayang tidak memberitahukan kepadagurunya.

Read more ...